Saturday, April 13, 2013

Kamu dan An Naba-mu

Posted by Ly at 4/13/2013 01:04:00 AM 0 Comments
Dear Bilal,
Kau mulai mengafal An Naba saat belum genap tiga tahun usiamu,
Hanya dua ayat pertama yang mama ajarkan padamu saat itu,
Karena mama menyepelekan daya serap ingatanmu yang ternyata jauh lebih kuat dari kain super serap merk termahal sekalipun.

Mama menambah ayat An Naba setelah di Indonesia,
Setelah kau mulai bersekolah.
Saat itu mama rajin sekali membacakan satu ayat setiap mengantar dan menjemputmu dari sekolah,
Dan mama sangat terkejut saat mengetahui hari itu juga kau dapat mengulang hafalan baru dengan lancar. 

Ketidak-konsistenan mama membuatmu tertunda merasakan nikmatnya menghafal kalimat Allah
Kekhilafan mama dalam menambah hafalan mama sendiri membuat usia emasmu sedikit tersia-sia,
Tapi kau terus memberi mama kejutan!

Baru sekali mama membacakan ayat terbaru itu, bahkan mama sendiri belum sempurna menghafalnya,
Lalu kau membetulkan hafalan mama dengan sempurna.

Semoga Allah memberikan mama kekuatan,
Semoga mama tidak melalaikan kesempatan yang Allah berikan untuk mendidik putra-putri mama menjadi generasi Qur'ani

With love, mama

Tuesday, January 8, 2013

2013 Goals

Posted by Ly at 1/08/2013 02:46:00 AM 0 Comments
caridisini
Saat ini saya sedang sangat bersemangat mewujudkan resolusi 2013. Semoga nanti saat membaca lagi tulisan ini, beberapa (atau bahkan sebagian besar) resolusi 2013 sudah terwujud, minimal mendekati, bukannya terlupakan. :D

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Saturday, December 29, 2012

Do what you like! What do you like?

Posted by Ly at 12/29/2012 06:34:00 PM 0 Comments
Saya nggak akan memulai postingan ini dengan kalimat klise seperti: "udah lama yah nggak ngepost", langsung aja, anggap blog ini nggak pernah di-vakum-in (kata2 yang aneh), walaupun blog ini memang berdebu (karena lama nggak kesentuh). Hihihi, kalimat panjang tadi juga sebenarnya sejenis dengan kalimat klise dalam kutipan diatas yah..

Beberapa minggu ini sering melihat profil teman-teman yang punya usaha sendiri. Entah itu dari FB atau BB mereka. Dan usaha mereka nggak cuma main-main. Mereka profesional. Kebanyakan mereka hanya melakukan hobi mereka saja, hal-hal yang mereka suka. Kalau melihat hasil kerja mereka dan betapa luasnya usaha mereka saat ini, menurut saya sih bukan sekedar hanya. Mereka adalah pengusaha. Padahal usia mereka masih muda, ada yang sedikit lebih tua, atau bahkan lebih muda dari saya, pokoknya nggak jauh dari usia saya, deh (ngerasa muda nih yee).

Selain -tentu saja- merasa terbalap (??) karena mereka begitu muda dan punya usaha -kegemaran- mereka sendiri, saya jadi bersemangat. Tapi apa yang bisa saya lakukan yah? Cari ah. Bismillah..

Tuesday, November 6, 2012

Galau

Posted by Ly at 11/06/2012 11:49:00 PM 0 Comments
Begini tho, rasanya..

Yaitu saat menunggu dalam harapan. Melihat jam dan menghitung waktu. Berkali-kali melihat pintu, hanya untuk berharap ia terbuka.

Daripada mengisi kegalauan ini dengan browsing tanpa arti sambil memasang ekspresi datar di wajah, lebih baik sholat, ngadu ke Allah.

-- ternyata nulis itu paling enak kalau dari hati yah..

Tuesday, October 23, 2012

Anas Menyanyi.!!

Posted by Ly at 10/23/2012 06:02:00 PM 0 Comments
Saya pindahin kesini saja deh, diary tentang anak-anaknya. Tadinya mau bikin blog baru, tapi boro-boro blog baru, blog yang ini aja terlantar. Nanti isi blog MP tentang anak2 yang mau disimpan mungkin saya pindahin ke pages di blog ini juga. Sayang juga sebenarnya..kenapa MP harus ditutup T_T..

Minggu kemarin, saat membersihkan Anas di kamar mandi, tiba2 mama dengar Anas berdendang, "nyinyi tudah tuwa". Maksudnya, "nenek sudah tua". Ternyata itu lagu burung kakak tua hasil ajaran Uti ke Anas. Mama langsung tertawa dong, dengar anaknya yang baru 1th3bln sudah bisa menyanyi..eeh Anasnya malah tersenyum malu sambil memukul mama..hihihi kecil2 pemalu yah.

Dan hari seninnya, dendangan Anas berlanjut, "cedung yaya..dungyaya..dungyaya". Maksudnya "trek dung tralala.." Dan sekarang, sambil berjalan kemana-mana, Anas akan berdendang, "dungyaya.."

Monday, October 15, 2012

また始まる..

Posted by Ly at 10/15/2012 04:54:00 PM 0 Comments
Sambungan internet telah terpasang (今更。。)

Jadi tidak ada alasan untuk vakum ngeblog. 
Karena ternyata masa2 ngeblog cukup menambah warna variasi hidup saya *hayyah*


ベストフレンドにありがとう~

Friday, May 18, 2012

9 Bulan

Posted by Ly at 5/18/2012 05:41:00 PM 2 Comments
9 Bulan.
Kalau ibu mengandung, mungkin sebentar lagi akan melahirkan.
Kalau bayi baru lahir, mungkin sedang belajar berdiri, lalu melangkah.
Kalau sejoli baru menikah dan berniat pacaran berdua saja dulu, tapi dikelilingi teman2 yang punya anak2 lucu, mungkin sekarang saatnya memutuskan ingin punya momongan.

Tapi ini blog yang ditelantarkan.. 
Kalau bisa lumutan, mungkin halaman blog ini sudah nggak terlihat, tertutup lumut tebal yang berbau lembab, segar. Saya suka bau lembab yang segar, bukan apek.
Yang punya blog sih alesannya sibuk. Padahal mah, mendidik anak masih kesibukan utamanya. Eh? Mendidik anak memang menyibukkan, yah? saya 100% setuju. Kalau cuma mengurus anak sih siapa saja bisa. Tapi mendidik anak bukan sekedar memandikan dan memberi makan si anak. Mengajari anak pakai baju sendiri, membacakan cerita sebelum tidur adalah sedikit contohnya.
Hihihi, nggak update blog saja panjang sekali alasannya..

Selain mendidik anak, sekarang saya sedang asik2nya les tahsin. Nanti kapan2 saya ceritakan tentang les yang sekarang bikin saya semangat ini, semoga nggak lupa :D.

Kesan tentang hidup di Indonesia? Alhamdulillah enak. Enak dikelilingi keluarga. Tapi selain itu belum ada yang menggantikan eratnya tali silaturahim saudara2 seiman di Jepang dulu. Saya kangen kegiatan dakwah kecil2an kami di Jepang. Bareng papipu mempersiapkan semalaman lagu yang besoknya akan diajarkan di camp musim panas, mengajak anak2 menyanyi, atau sekedar membaca IQRO bersama mereka. Kangen...

Oww..sekarang 15:33, saatnya memulai kesibukan sore bareng kakak beradik yang super aktif itu..

Oh ya, apa kabarnya bahasa Jepang saya? ToT

Friday, September 16, 2011

Minggu-minggu awal di Indonesia

Posted by Ly at 9/16/2011 11:21:00 AM 6 Comments
Kehidupan saya di Indonesia selama 3 minggu ini bisa dibilang menyenangkan. Gimana tidak, selama 3 minggu ini kami masih tinggal dengan orang tua. Mulai minggu depan kami akan tinggal di rumah kontrakan. Mulai minggu depan juga saya akan tinggal dengan 2 anak untuk pertama kalinya. Kata orang sih agak berat, apalagi saya tidak pakai asisten. Tapi bukan berarti sama sekali nggak bisa, kan? Banyak teman saya yang melakukannya di Jepang sana, membesarkan 2 (atau lebih) anak sendiri tanpa asisten, dan mereka bisa menanganinya.

Btw, rumah kontrakan kami cuma beda beberapa gang dengan rumah orangtua saya...ihihihi =P

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Wednesday, August 3, 2011

Anggota Baru di Keluarga

Posted by Ly at 8/03/2011 11:07:00 AM 2 Comments
Repost dari blog saya yang aktif bercerita tentang Bilal&Anas:



Namanya Anas, laki-laki. Lahirnya 3 minggu-an yang lalu di Chiba. Hobinya ngeden, nangis dengan nada yang nyayangin, dan bikin ekspresi2 lucu di wajahnya. Kalau ditanya mirip siapa, yang pasti Anas nggak terlalu mirip mama maupun mas Bilal. Tapi, dibandingkan dengan papa, Anas lebih mirip dengan yangkungnya, papanya papa. Ternyata anak laki-laki nggak harus mirip dengan ibunya yah..

Semua di rumah ini sayang sama Anas. Bahkan kakaknya yang katanya seharusnya cemburu dengan kehadiran "saingan" di rumah, pun nggak kalah sayang sama Anas. Sang adik diciumi, disayangi, dielusi, dipinjami mainan, bahkan disuruh jadi penunggang kuda di punggung sang kakak. Kalau sudah begini, sang kakak terlihat sangat lucu, bikin mama makin gemes.

..dan Mama tetap jadi yang paling cantik lagi dirumah..^_^

Thursday, July 7, 2011

Si Dedek (di perut) Mencari Jalan Keluar?

Posted by Ly at 7/07/2011 11:20:00 AM 4 Comments
Bangun tidur, ku terus difoto Mama...
Ehehehehe, judul yang aneh yah. Itu kata si Papah, gara2nya si dedek di perut ini super aktif!! Lebih aktif daripada kakaknya waktu masih di perut saya. Karena seringnya saya meng "aww" kegelian setiap adek bergerak lincah, Papa nyeletuk, "Nyari jalan keluar kali", langsung deh saya ngakak.

Sebenarnya sudah sejak hampir 2 minggu yang lalu, saya sudah bukaan 1, wow cepet juga yah, pikir saya waktu itu, Lalu seminggu setelahnya, kata dokter bahkan sudah bukaan 3. Waktu saya tanya dokter, "kira-kira kapan yah dok, kalau sudah bukaan 3?" Dijawabnya, "hmm, belum pasti yah, kalau nggak ada kontraksi ya belum tahu". Anehnya setelah keluar dari ruang periksa, saya langsung merasakan kontraksi. Masih lemah, tapi cukup sering. Bahkan si Papa sampai agak panik setelah saya SMS saat itu juga. Malamnya saya tunggu kontraksinya menguat, tapi ternyata besoknya malah hilang! Padahal saat hamil Bilal, saya masuk RS saat bukaan 3, dan malamnya sudah lahiran. Eh sekarang malah, 6 hari setelah tahu bukaan 3, saya alhamdulillah masih dirumah, belum bersiap2 melahirkan di RS (walaupun tas menginap sudah saya persiapkan sejak lama). Bahkan weekend kemarin sempat ikut adik-adik ipar jalan2. Ternyata memang setiap anak berbeda yah, dan perbedaannya itu terasa sejak dalam kandungan, bukan hanya setelah karakter mereka terlihat..

Yang saya sesalkan saat ini adalah, saya nggak bisa ikutan teman2 mempersiapkan acara-acara yang akan berlangsung menjelang ramadhan ini ToT. Ya acara milad Fahima tanggal 10 besok, ya acara akhir bulan ini...ToT. Ngerti sih, teman2 baiik banget, nggak mau merepotkan saya yang lagi hamil buesar dan sibuk packing. Oh, silaturahim dan persaudaraan ini yang pasti akan saya rindukan di Indonesia nanti..ToT..

Saturday, July 2, 2011

決まったんだ

Posted by Ly at 7/02/2011 01:57:00 PM 6 Comments
Insha Allah 今年の8月に。。
インドネシアにback for good。。

*bahasa campur2 yang aneh..=P*

Gempa & Tsunami Jepang, 11 Maret 2011, bagian 3: Hari ke-2, Pantauan dari Layar TV

Posted by Ly at 7/02/2011 01:47:00 PM 0 Comments
Sebenarnya draft ini sudah saya buat sejak lama, tapi baru saya terbitkan sekarang. Mungkain agak basi, tapi daripada cuma jadi draft saja, jadi sekalian saya terbitkan saja..

*******************

Esok harinya, saya terbangun pagi, langsung disambut TV yang masih menyala. Ya, mungkin saya masih agak trauma kalau TV dimatikan, takut ketinggalan berita penting. Seperti dugaan saya, tidur malam itu tak senyenyak tidur pada malam-malam lainnya. Malam itu, beberapa kali saya terbangun lantaran gempa-gempa susulan yang masih terus berlanjut. Mulai dari yang kecil-kecil, hingga yang besar. 

Kini TV tak hanya melaporkan gempa yang telah terjadi, tapi juga memberitakan peringatan gempa. Malam itu saya sempat mendengar bunyi alarm dari TV, lalu disusul peringatan yang berbuyi, "peringatan gempa besar. Akan terjadi gempa berkekuatan besar di daerah ......". Karena hal seperti ini baru saya alami, kontan saya lebih waspada. Tapi alhamdulillah, gempa sebesar hari sebelumnya tidak datang lagi. "kayaknya mesinnya agak rusak, jadi dia nggak pasti gempa yang mau datang itu besar atau kecil," kata Papa.

Pagi itu berita dari daerah-daerah yang terkena tsunami sudah disiarkan lebih lengkap di berbagai saluran TV. Propinsi Fukushima, Miyagi, Iwate, khususnya daerah Minami Sanriku, Rikuzen Takata, dan beberapa daerah lain mengalami kerusakan parah. Pemandangan di TV menunjukkan gambar-gambar yang tak jauh berbeda dengan Sumatra pasca Tsunami. Bongkahan-bongkahan kayu berserakan tak beraturan. Mobil-mobil terseret ke satu arah. Kapal berdiri tegak diatas sebuah gedung yang agak rendah. Lantai 2 sebuah rumah kini berada di lantai satu, dengan keadaan tidak sempurna, tentunya. Semua jalan tertutup sampah, sampah sarat kenangan bagi para korban. 

Selain gempa dan Tsunami, ada satu hal lagi yang membuat masyarakat Jepang berdebar-debar kalau menonton TV: kerusakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima yang terletak di pinggir laut akibat tsunami. Bukan sekedar kekurangan tenaga listrik yang dikhawatirkan, tetapi kebocoran radiasi nuklir yang muncul setelahnya. Dalam sejarah, ada dua tragedi yang disebabkan oleh kerusakan PLTN, yaitu tragedi chernobyl di Ukraina pada tahun 1986 dan tragedi Three Mile di Pulau Three Mile, Amerika pada tahun 1979

Masya Allah, Allah hanya menggerakkan sedikit saja lempeng di lautan, tapi akibatnya begitu besar bagi manusia. Hanya Allah yang tahu, mengapa hal ini terjadi. Mungkin Dia ingin menunjukkan kekuasannya pada masyarakat Jepang. Mungkin setelah ini Jepang akan mendapat hidayah untuk masuk Islam? wallahu alam bisshowab

Thursday, May 26, 2011

Untukku, untuk Indonesiaku

Posted by Ly at 5/26/2011 12:15:00 PM 5 Comments
Bilal & Papa @ Doraemon's Scientific Future Museum, Odaiba, Tokyo. 02Aug2010
Meskipun belum tahu kapan, tapi saya sudah membayangkan tinggal di Indonesia, menjalani real life. Ya, menurut saya tinggal di Indonesia adalah real life bagi kami, karena suatu saat nanti kami akan pulang ke tanah air for good, untuk selamanya.

Yang menjadi pikiran saya akhir2 ini adalah, kami harus "melakukan" sesuatu di Indonesia nanti, untuk Indonesia.  Idealnya sih ingin membangun perusahaan agar bisa mempekerjakan orang, membuka lapangan pekerjaan. Tapi, kalau pulang langsung buat perusahaan, rasaya agak berat, belum ada ilmunya, apalagi dananya =P. Jadi mungkin nanti mau usaha kecil-kecilan, sambil belajar kecil-kecilan dengan harapan, yang saya pelajari itu nanti  akhirnya bisa mendidik orang dengan ilmu saya itu.

Banyak yang bilang, kenapa saya tidak buka kursus bahasa Jepang saja, nanti. Toh saya lulusan sastra Jepang, plus pernah praktik bahasa Jepang di negara asalnya selama beberapa tahun. Tapi saya pikir, sudah banyak kursus2 bahasa bertebaran di Indonesia, sudah banyak juga yang bisa bahasa Jepang. Kalau saya asal buka kursus saja, nanti takutnya hanya akan jadi kursus ecek-ecek yang setengah-setengah dalam membagi ilmunya. Jadi kalau mau buka kursus, pengennya sih kurikulumnya nggak biasa, alias luar biasa *hayyah*.

Kepikiran juga untuk nerjemahin buku bahasa Jepang. Terus terang saya ada "dendam" berkaitan dengan ini. Dulu waktu masih kuliah, pernah ikut ujian menerjemahkan komik di salah satu penerbitan yang cukup ternama di Indonesia. Dua kali saya ikut tes, dua kali juga saya gagal. Yang pertama katanya terjemahan saya terlalu literal, sedangkan yang kedua katanya terlalu bebas. Hihihi, jadi sampai sekarang saya masih penasaran ingin membalaskan "dendam", alias ingin lulus di ujian penerjemahan komik di perusahaan itu. Tapi rencana ini belum benar-benar ingin saya laksanakan untuk saat ini.

Beberapa teman bilang, bahwa sekarang yang sedang boom di Indonesia adalah bisnis online. Jualan barang-barang secara online. Bahkan beberapa teman dekat saya ada yang sedang usaha ini. Yang dijualnya macem2, mulai dari perlengkapan anak, perlengkapan muslim, sampai asesoris-asesoris. Terus terang, saya ingin lebih dari itu, tidak hanyak sekedar berjualan, mengambil barang dari penyalur lalu menjualnya ke konsumen. Saya ingin mempelajari sesuatu hingga mahir dan ahli, lalu menjualnya. Nah, ada beberapa yang terpikirkan:
  1. Kerajinan Flanel. Duluuuu pernah suka, bahkan bahan-bahannya masih ada, tapi belum tersentuh ! (sedang dalam tahap penyentuhan...=P)
  2. Crocheting. Kalau yang ini, cuma karena dirumah ada beberapa buku yang saya beli untuk mama, tiba-tiba ingin coba, tapi ternyata tidak mudah..jadi sepertinya pass dulu.
  3. Membuat tas. Entah kenapa saya suka lihat tas, untung uang saya nggak berlebih, coba iya, bisa sering beli tas deh saya. Nah, pengen buat tas dengan desain saya sendiri deh..
  4. Patchworking. Tertarik ini gara-garanya nanti pengen bikin karpet sendiri untuk anak-anak. Hmm, ngumpulin bukunya dulu aja kaliyah..
Eh? kenapa nggak balik kerja kantoran aja? Mungkin ada yang berpikiran seperti itu. Dulu juga sebelum menikah saya pernah kerja kantoran selama 3 bulan (ngisi waktu sambil nunggu hari H pernikahan..ehehehe). Tapi sepertinya untuk sementara ini belum ada pikiran untuk kembali ke kantor. Ceritanya nggak mau ngelewatin milestones anak-anak saya, ehehehehe.

Begitulah sekilas brainstorming hari ini. Semoga nggak hanya jadi rencana. Semoga bisa terrealisasi. Semoga bisa berguna buat Indonesia q(^o^)p

Monday, April 25, 2011

Anak-anak dan Kisah Nabi Muhammad SAW

Posted by Ly at 4/25/2011 12:41:00 PM 2 Comments
Diambil tanpa sepengetahuan sang model. April 2011
Alhamdulillah sekarang hampir setiap malam, Papa selalu bercerita tentang siroh Nabi Muhammad SAW. Sumber ceritanya Papa dapat dari buku Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury (eh? ternyata ada versi ebooknya yah?). Jadi, Papa bawa buku itu ke kantor, dibacanya di perjalanan berangkat dan pulang ke kantor di dalam kereta. Lalu malamnya sebelum tidur, Papa ceritakan ke saya, Bilal, dan Adek di perut. 

Terus terang saya sangat menikmati sesi ini. Saya jadi tahu banyak tentang siroh nabi Muhammad. Cerita-cerita yang sering saya dengar juga dituliskan dalam buku itu. Bahkan ada juga pembenaran dari cerita yang sering didengar. Isinya cukup detail tentang hidup Rasulullah dan sepak terjang beliau (dan para sahabat) dalam berdakwah di awal masa kenabian beliau. Saya makin sayang sama Rasulullah SAW.

Saya kira, hanya saya yang menikmati sesi ini. Ternyata anak-anak juga!. Bilal hampir selalu menagih setiap mau tidur, "Nabi Ammad?". Tidak hanya tidur malam saat sama Papa, tapi juga saat menjelang tidur siang (hiks, maaf yah sayang, Mama belum baca bukunya, jadi kalau siang, tidak ada cerita baru tentang nabi Muhammad). Kalau lagi mau suatu cerita yang khusus, Bilal request sendiri, "Nabi Ammad? Gajah? Hujan?", minta cerita saat Perang Gajah, atau cerita tentang nabi Muhammad yang ada hujannya.

Dan ternyata, si kecil yang di perut saya juga (sepertinya) suka ! Setiap Papa cerita, si kecil "mengelus-elus" (saya lebih suka kata-kata ini daripada "menendang") semakin heboh dari dalam. Apalagi semalam! Saat Papa cerita tentang Perang Uhud (Bilal sudah tidur), si kecil "mengelus" dengan kencang dan sering! "Tenang sayang, belum selesai ceritanya, umat muslim juga dapat banyak hikmah koq sayang, dari Perang Uhud," kata Papa, menenangkan adek kecil di perut saya. Saya nggak tahu sih, ini kami saja yang menyocokkan atau memang si kecil senang dibacakan cerita, tapi saya ingin percaya kalau si kecil juga suka dibacakan cerita, apalagi tentang teladan kita, nabi Muhammad SAW.

Wednesday, April 20, 2011

Kalau Doa Belum Terkabul...

Posted by Ly at 4/20/2011 08:49:00 PM 2 Comments
Spring, 2011
 "Kalau Allah belum memberi yang kita minta, mungkin Allah ingin terus mendengar doa-doa kita. 
Seandainya Allah belum mengabulkan doa-doa kita di dunia, mungkin Allah akan membri yang terbaik kepada kita di akhirat nanti.
Allah menyukai hambanya yang selalu meminta, yang selalu berdoa padaNya.
Jadi banyak-banyaklah meminta, karena Allah tidak akan membatasinya, dan tidak akan habis pemberianNya"
(Kutipan dari seorang saudari tercinta <3)

Friday, April 15, 2011

ママともの世界、地獄?天国?*

Posted by Ly at 4/15/2011 04:40:00 PM 0 Comments
*Mama-tomo no sekai, Jigoku? Tengoku? (Dunia Mama-tomo, sebuah Neraka? sebuah Syurga?)

Mama = ibu/mama.
Tomo = singkatan dari Tomodachi (teman)

Mama-tomo adalah pertemanan antara para ibu yang memiliki anak kecil, baik bayi, maupun balita. Hubungan mama-tomo terbentuk dari playground, TK, maupun para ibu yang sering main di taman. Ciri khas dari pertemanan ini adalah, panggilan yang digunakan antar para ibu bukanlah dengan nama mereka (sumber: link ini). Misal, saya memanggil Pipit, sahabat fans saya =P, bukan dengan panggilan "Pipit", tetapi dengan panggilan "Mamanya Nara". 
 
Hmm, tentang yang terakhir (panggilan nama anak) mungkin ada juga yah di Indonesia, tapi istilah mama-tomolah yang mungkin nggak ada di Indonesia. Di Jepang sendiri, menurut saya dunia mama-tomo adalah seperti sebuah momok untuk seorang "ibu baru". Kenapa saya bilang begitu? karena tidak sedikit drama yang bertemakan tentang ini, tentang hubungan para mama-tomo yang bercerita demikian. Dalam drama-drama itu, sang pemeran utama biasanya adalah seorang pendatang baru di suatu lingkungan, yang juga seorang ibu yang baru menyekolahkan anaknya di TK, jadi mereka baru pertama kali terjun ke dunia mama-tomo. Drama-drama yang bertemakan mama-tomo ini kebanyakan bercerita tentang betapa "mengerikan"nya dunia mama-tomo. Ijime (penindasan) tidak hanya ada di antara anak di sekolah, tapi juga di antara para mama-tomo

Bahkan, di salah satu drama baru yang bertemakan mama-tomo, ada kutipan dari salah satu tokohnya, "persahabatan dalam mama-tomo itu tidak ada. Mereka disatukan hanya karena anak-anaknya kebetulan satu sekolah dan teman main". Bahkan di akhir episode drama baru tersebut, si tokoh yang kata-katanya saya kutip diatas berakhir bunuh diri, konon karena tidak kuat oleh ijime teman mama-tomonya.

Hmm, serem juga yah kalau benar seperti itu. Kalau saya tanya teman-teman disini yang sudah berpengalaman menyekolahkan anaknya, ada yang bilang, memang orang Jepang itu tidak bisa benar-benar terbuka pada orang lain, lain di depan lain di belakang. Ada juga yang bilang, pertemanan dalam mama-tomo tidak seseram itu, dia bahkan punya (walaupun hanya) satu teman mama-tomo.

Saya tidak tahu seperti apa pertemanan antara mama-tomo di Indonesia nanti, walaupun mungkin hubungannya tidak bisa sedekat teman kuliah atau teman sekolah dulu (karena bagaimanapun yang mempertemukan mereka adalah anak-anaknya), semoga tidak seseram yang digambarkan dalam drama-drama di Jepang sini. 

Naresha, Bilal, Aksa, Raika @ Mbak Mel's Apartment (13.04.2011)

Setidaknya pertemanan antar mama-tomo sesama orang Indonesia disini cukup hangat. Mungkin karena kami sama-sama orang asing di lingkungan asing, jadi merasa punya latar belakang yang sama. Bahkan hari rabu kemarin saya baru main ke rumah salah seorang senior yang mempunyai anak berusia 3 tahun kurang, disana saya bertemu juga dengan teman-teman yang anak-anaknya hampir seumuran, bahkan ada juga satu orang yang baru saya kenal. Dan alhamdulillah, disini mudah sekali untuk dekat dengan orang Indonesia, walaupun baru dikenal...mungkin ya itu tadi, karena kami sama-sama orang asing di negeri asing.

Friday, April 8, 2011

Resensi Buku: Mommy Told Me Not To Tell, By: Cathy Glass

Posted by Ly at 4/08/2011 04:26:00 PM 0 Comments
Addicted.

Ya, mungkin itu satu kata yang cukup menggambarkan perasaan saya sekarang, setelah membaca novel ini. Novel ini sendiri mungkin tidak sehebat itu sehingga bisa membius saya untuk sampai kecanduan dan ingin segera membaca novel bahasa inggris yang lain. Lihat kata-kata yang saya garis bawahi dalam kalimat saya diatas? ya, novel bahasa inggris yang lain

Seperti sudah tahunan rasanya saya melupakan perasaan itu, perasaan tenggelam dalam dunia yang ada dalam sebuah buku. Dulu saat masih kuliah, saya suka baca novel. Bahkan Taiko karya Eiji Yoshikawa terjemahan bahasa Indonesia yang tebal dan beratnya mungkin cukup untuk membuat copet benjol kalau kena timpuk, bisa saya selesaikan dalam waktu yang cepat (hiks, sekarang bukunya dimana yah..adakah yang merasa pinjam??). Tetapi sejak menikah dan tinggal di negeri berbahasa Jepang ini, saya seperti lupa nikmatnya menjadi bagian dalam sebuah cerita di sebuah buku. Bukan, bukan karena saya sibuk mengurus anak atau suami. Suami saya tidak gendut, dan anak saya termasuk kurus, jadi untuk apa dikurusi? Ehehe, bukan itu maksudnya. Kewajiban sebagai seorang istri dan ibu insya Allah bisa dijalankan bersamaan dengan melaksanakan hobi, apalagi hobi membaca buku. Tetapi entah kenapa, kesibukan yang nggak jelas bentuknya membuat saya jauh dari buku. Pernah beberapa kali saya menamatkan beberapa buku bahasa Jepang disini, tapi tetap saja, hanya sekedar buku ringan, bukan novel, karena saya "takut" tidak bisa mengerti kanjinya dengan benar. 

Sudah, cukup intronya, sekarang lanjut ke resensi buku ^_~



cropped from a bigger picture =P
Mummy Told Me Not To Tell
Awalnya saat membaca judul dari buku ini, saya merasa ceritanya agak sedikit depresif, seperti A Child Called It karya Dave Pelzer. Kedua buku ini mungkin sama-sama diangkat dari sebuah kisah nyata seorang abused child oleh keluarganya sendiri. Tetapi, berbeda dengan A Child Called It yang banyak menceritakan bagaimana sang anak disalahgunakan (saya tidak bisa menemukan terjemahan yang lebih tepat untuk "abused") oleh orang tuanya, bagaimana penyiksaan orang tua kepada sang anak, Mummy Told Me Not To Tell lebih bercerita dari sudut pandang seorang foster carer, seorang pengasuh anak sementara dalam waktu yang ditentukan.

Cathy Glass telah menjadi seorang foster carer selama lebih dari 20 tahun. Cathy telah mengasuh berbagai macam anak dengan berbagai macam latar belakang dan keluarga, karena itu dia adalah seorang profesional dalam bidangnya. Maka mungkin hal ini yang membuatnya dipilih untuk mengasuh Reece (7th), seorang anak dengan latar belakang yang kelam, dan keluarga yang cukup bermasalah, oleh agennya. Sebagai seorang carer yang berpengalaman, Cathy mengerti bahwa setiap anak spesial, dan menerima mereka apa adanya. Adalah keluarga dan lingkungan yang membentuk pribadi anak, meskipun setiap anak mempunyai sifat bawaan masing-masing. Cathy merawat dan mendidik anak-anak yang dipercayakan padanya dengan kasih sayang dan kedisiplinan yang konsisten. Begitu juga terhadap Reece. Reece yang awalnya agak 'bermasalah', perlahan-lahan menjadi 'terarah' dalam asuhan Cathy.

Perkembangan yang terjadi pada diri Reece, latar belakang keluarganya, penerimaan lingkungan (sekolah) terhadap Reece, serta akhir dari pengasuhan Cathy terhadap Reece diceritakan buku ini dengan bahasa yang mudah. Saya pernah menemukan novel berbahasa inggris yang lebih sulit dari ini (dan belum saya selesaikan sampai sekarang!! ehehehe, ketinggalan di Indonesia soalnya..). Tidak hanya alur cerita yang saya dapat dari buku ini, tapi juga pelajaran mendidik anak dari seorang pengasuh yang berpengalaman.

Buruan selanjutnya: Damaged, masih karya Cathy Glass ^_^ (kemarin ada juga di Kinokuniya, tapi karena takut nggak kebaca kalau beli kebanyakan, jadi belinya satu-satu..)

Wednesday, April 6, 2011

Kalap di Kinokuniya Pusat, Shinjuku

Posted by Ly at 4/06/2011 05:13:00 PM 4 Comments
klik gambar untuk tampilan lebih besar

Maksudnya benar-benar kalap !!

Misi ke Kinokuniya kali ini adalah beli buku bahasa Inggris untuk Bilal. Sudah lama saya ingin "berburu" buku anak berbahasa Inggris di Kinokuniya, kebetulan weekend kemarin kami masing-masing nggak ada acara khusus, jadi direncanakan ke Kinokuniya pusat di Shinjuku. Iseng-iseng cari sale/bazarnya Kinokuniya, saya browse situs Kinokuniya, ternyata kebetulan tanggal 2-3 April 2011 lalu ada bazar buku asing murah, bazar amal untuk tragedi bencana Jepang Timur lalu. Karena tanggal 2nya saya sudah ada janji dengan dokter kandungan, jadi "pemburuan" kami nggak bisa benar-benar maksimal. Akhirnya, dengan persiapan hati bahwa buku anak di bazar sudah habis dibeli orang, kami berangkat ke Shinjuku tanggal 3, hari minggunya. Dan benar, sebagian besar buku anak yang tersisa kurang menarik, alhamdulillah kami dapat 4 buku anak; 1 salah beli, 1 untuk Bilal, dan 2 lagi untuk adek di perut ^_^;.

Pemburuan kami lanjutkan ke lantai 7 Kinokuniya Pusat di Shinjuku itu, lantai khusus buku berbahasa asing. Dan saya benar-benar senang berada di sana, seperti berada di ruang harta karun! Akhirnya kami memborong 11 buku anak, 2 buku untuk Papa, dan 1 buku untuk saya. Agak mahal memang, tapi insya Allah saya tidak menyesal (kecuali 1 buku yang saya beli di bazar tadi), dan belum puas *cengir*, apalagi Bilal suka dengan beberapa buku yang kami beli, padahal 3 dari buku anak yang kami beli adalah untuk anak 3 tahun keatas..

Karena semua buku cukup berat kalau langsung dibawa pulang, akhirnya kami minta dikirim ke rumah, dan membawa pulang beberapa buku saja untuk bekal di kereta. Dan akhirnya kemarin paket itu tiba ^o^ ^o^. Seperti biasa, Bilal selalu senang menerima apa saja yang dibawa kurir, apalagi kali ini kurir mengantarkan paket yang cukup besar dan berat.

Ini list buku yang kami beli:
  1. Picture Atlas (Lift-the-flap, Usborne)  -> pilihan Papa
  2. Jobs People do (By: Jo Litchfield and Felicity Brooks, Usborne) -> direkomendasikan teman
  3. Science (Look inside, Usborne)
  4. Let's Help The Earth (Sesame Street)
  5. Thomas And The Hide-And-Seek Animals (Thomas & Friends)
  6. I Am a Fire Truck (Scholastic) -> pilihan Papa
  7. Happy Easter, Sprinkles (Blue's Clues) ->; dari bazar
  8. Big Trucks and Diggers (Hide and seek, Caterpillar) -> dari bazar
  9. Animals (Baby touch and feel, DK Publishing)
  10. Busy Little Harbour (With Felt Flaps, Campbell Books) -> dari bazar
  11. Playtime (touch and feel, Priddy Books) -> dari bazar
  12. Understanding Business Accounting for Dummies -> dari bazar
  13. 経済のことよくわからないまま社会人になってしまって人へ (By: 池上彰, 海竜社)
  14. Mummy Told Me Not To Tell (By: Cathy Glass, Harper Collins)
Maaf, tidak semua judul buku diatas ada linknya. Silahkan cari, kalau anda ingin tahu seperti apa bukunya. 

Buku no.1-3 untuk anak umur 3 tahun keatas. Bilal suka buku no.2 dan 3 (buku no.1 masih dibungkus plastik, dan nggak saya buka dulu sementara ^_^;). Rencananya mau memberi 3 buku itu sebagai hadiah untuk Bilal nanti kalau usianya sudah cukup, sambil terus dibacakan, itu juga kalau Bilal mau saja. Buku nomer 4-6 dan 8-10 juga Bilal suka. Papa suka dengan buku karya Ikegami Akira, 'memang mudah dimengerti', katanya. Saya juga tidak menyesal dengan novel non fiksi pilihan saya (Mummy told me not to tell). Tapi yang saya paling senang tentunya adalah, Bilal suka dengan buku-bukunya ^o^ ^o^. Mudah-mudahan ada rejeki lagi untuk membelikan buku untuk Bilal dan adik-adiknya, jadi bisa mendekati mimpi saya untuk punya perpustakaan kecil-kecilan di rumah nanti..^o^

Saturday, April 2, 2011

Our Own Time

Posted by Ly at 4/02/2011 10:59:00 AM 0 Comments
2010, autumn







Yah, waktu untuk diri kita sendiri. Kenapa saya tiba-tiba ngomongin ini? karena akhir2 ini saya "baru sadar" kalau saya secara tidak sadar (jadi sebenernya sadar ato enggak, nih? ^_^;) berusaha membuat waktu untuk diri sendiri.

Saat kita menjadi seorang Ibu, "usia keibuan" kita juga seumur dengan usia anak kita. Kalau anak kita berumur 1 tahun, berarti kita juga baru berumur 1 tahun sebagai seorang Ibu. Kita maupun anak sedang sama-sama belajar menjadi manusia baru. Bedanya, kita bisa mempelajari ilmunya dari berbagai sumber, sambil disertai trial and error, sedangkan anak kita hanya belajar dari pengalaman, trial and error. Karenanya, tugas kita sebagai ibu adalah membimbing si anak mempelajari perannya.

Menurut saya, seorang ibu baru benar-benar menikmati perannya sebagai seorang ibu hingga sang anak berusia 1 tahun lebih, atau hampir 2 tahun. Bukan, bukan berarti setelah usia anak 2 tahun, seorang ibu mulai bosan dengan perannya, apalagi bosan dengan anaknya. Semua pengalaman yang dialami si ibu adalah hal baru, dia akan mencoba belajar sambil mempraktikkan hal-hal baru itu sampai suatu masa tertentu. Pada suatu masa, saat seorang ibu mulai terbiasa dengan perannya, mulai bisa curi-curi waktu untuk menyelami kembali hobi-hobinya. Dan masa itu adalah ketika si anak berusia 2 tahun, ketika si anak mulai mandiri, juga ketika si ibu mulai lihai menjalani perannya.

Seperti yang sedang saya alami. Akhir2 ini saya mulai kembali menyelami hal-hal yang sebelumnya pernah saya sukai, hobi-hobi kecil yang saat melakukannya membuat saya lupa waktu.

Bukan berarti sebelumnya nggak bisa sama sekali sih. Sebelumnya, saat jam tidur Bilal masih teratur, saya selalu memanfaatkan jam tidur Bilal itu (yang ternyata nggak pendek!!) untuk hobi-hobi saya. Tapi akhir2 ini saat Bilal mulai besar, jam tidurnya nggak lagi teratur. Kadang siang tidur, kadang enggak. Kadang tidurnya pas tengah hari, kadang sore hari. Jadi sekarang saya harus pintar-pintar mencuri waktu. Bahkan, waktu setelah Papa pulang kantor juga bisa saya manfaatkan, karena Bilal pasti ingin main dengan Papanya, sepulang  kantor (habis kalau main sama mama nggak bisa diangkat-angkat siiyy..=P). Seperti saat ini, Papa sedang ke THT, minta obat untuk pollen allergynya sambil mengajak Bilal, nah waktu seperti ini bisa saya manfaatkan untuk beres-beres sambil menulis ^o^ (tapi koq kelamaan nulisnya nih kayaknya..).

Jadi kesimpulannya, meskipun kita sudah berkeluarga dan memiliki anak, sebaiknya kita bisa tetap menjalankan hobi-hobi kita. Nanti bukan hanya kita yang akan untung, tapi juga anak dan suami. Karena kalau kita suntuk dengan pekerjaan rumah, yang akan "kecipratan" suntuk dari kita adalah suami dan anak kita juga. Tapi, jangan sampai kita berlebihan jugaa menjalankan hobi-hobi kita, bisa-bisa nanti keluarga kita terlantar..^_^

Btw, pendapat saya ini adalah pendapat seorang ibu yang nggak dibantu asisten dirumah, saya nggak pernah pakai asisten (gimana caranya pakai asisten rumah di sini?? ^_^;), jadi mungkin beda lagi untuk ibu yang dibantu asisten..^_^

Wednesday, March 30, 2011

Tofu Hanba-gu*

Posted by Ly at 3/30/2011 07:08:00 PM 0 Comments
* Hanba-gu Tahu.

Ceritanya mau masak itu, tapi entah kenapa sampai sekarang masih agak males berangkat ke dapur. Dingiiiin (padahal tadi siang anget T_T).
Yosh, ayo masaaaakk..!! secara udah dapet bocorannya juga dari cookpad. Mau tau resepnya? nanti dulu yah, saya coba dulu di dapur Shioyaki..^_^

Maaf, tiba-tiba saya tidak bersemangat menulis resepnya, jadi nggak jadi saya share yah..v_v
 

Stasiun Kenangan Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez