Friday, March 25, 2011

Gempa & Tsunami Jepang, 11 Maret 2011, bagian 1: The Beginning

Posted by Ly at 3/25/2011 01:22:00 AM 2 Comments
Jumat, 11 maret 2011.

Papa ambil cuti sehari demi temani saya periksa bulanan ke dokter kandungan. Biasanya saya ke dokter sendiri berdua sama Bilal, tapi kali ini kebetulan jadwalnya screening USG, periksa detail dedek di perut saya, jadi sekalian mau ngajak Papa ngobrol sama dokternya. Screening selesai, tinggal tunggu penjelasan hasilnya dari dokter. Tapi, ketika akhirnya dipanggil lagi untuk dengar penjelasan dokter, Bilal menangis. Akhirnya, sambil menyerahkan buku Ibu-Anak, sang dokter berkata, "hasilnya bagus, nggak ada yang nggak normal, jadi bisa langsung selesai". Yep, saya langsung "diarahkan" untuk langsung pulang. Mungkin dokter kasihan kalau Bilal menangis terlalu lama, atau mungkin juga dokter kasihan dengan pasien lain ^_^;.

Pulang dari RS, saya dan Bilal temani Papa sholat di masjid Hira. Disana saya bertemu muslimah Jepang yang ternyata bisa berbahasa Indonesia. Ternyata suami si muslimah adalah orang Indonesia, dan anaknya sudah 4 ! subhanallah, sungguh besar pahala sang suami mengislamkan istrinya. Muslimah itu mengajak kami untuk berkenalan dengan suaminya, orang Kediri. Saat bertemu dengan sang suami, saya terkejut, karena sang suami ternyata orangnya sangat rendah hati, terbalik 180 derajat dari bayangan saya, cuma gara-gara mereka datang dengan mobil. Mereka juga sempat menawari tumpangan sampai tempat terdekat dari rumah kami, tapi karena kami masih ada urusan di Kantor Kelurahan, jadi kami tolak.

Mumpung libur, Papa menyelesaikan beberapa urusan di Kantor Kelurahan yang tidak bisa diselesaikan di akhir minggu (karena kantor kelurahan tutup di akhir minggu). Karena dokumen yang diperlukan tertinggal dirumah, jadi kami pulang dulu, baru nanti Papa kembali lagi.

Sampai rumah, Papa yang ingin segera menyelesaikan urusan tertunda itu, cepat-cepat mengumpulkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Tanpa istirahat, bahkan tanpa makan dulu, papa segera keluar rumah, menyiapkan sepeda untuk berangkat lagi ke Kantor Kelurahan.  "Assalaamu'alaykum," pamit Papa. Belum sempat mengendarai sepeda, pintu rumah dibuka dari luar, "Cinta, ada yang ketinggalan...."

Lalu tiba-tiba, kejadian bersejarah itu datang...
Awal dari rentetan kejadian yang sampai saat ini masih terus berlanjut itu dimulai.....

(bersambung ke Bagian II)

Thursday, February 24, 2011

Alhamdulillah..what next?

Posted by Ly at 2/24/2011 10:37:00 PM 6 Comments
Alhamdulillah akhir2 ini banyak hal yang harus disyukuri yang terjadi pada saya dan keluarga. Pertama, alhamdulillah sekarang saya sedang mengandung adiknya Bilal, meramaikan baby boom di Tokyo dan sekitarnya. Usia kandungan sekitar 4 - 5 bulan-a, prediksinya insya Allah bulan Juli ^o^.

Alhamdulillah awal Februari lalu dapet pengumuman tentang hasil JLPT yang saya ikut lagi bulan Desember tahun lalu. Dan alhamdulillah lulus, akhirnyaa.. Padahal saya sudah membayangkan akan mencoba lagi N1 di bulan Juli dengan perut super besar. gara-garanya, ikutan JLPT Desember kemarin itu super nekat. Habis, sudah tahu testnya susah, tapi belajarnya angin-anginan. Meskipun menurut saya hasilnya pas-pasan sekali, suami saya (mungkin menghibur) bilang itu cukup lumayan, malah mungkin suami lebih girang dari saya.. Saya sih senengnya karena bisa bikin suami seneng, dan nggak buang-buang 6000 yen lagi (soalnya di percobaan JLPT pertama bulan Juli tahun lalu, saya gagal).

Alhamdulillah Allah masih memberi banyaaaak nikmatNya pada saya dan keluarga saya. Masih bisa bernafas, masih bisa introspeksi, masih bisa belajar, masih bisa makan cukup, masih bisa merasakan salju di Chiba, masih bisa menikmati perkembangan anak saya yang akhir2 ini semakin ngegemesin. Jadi, apa lagi yang bikin kita nggak bersyukur dengan rentetan nikmat yang Allah berikan pada kita?

"Fabiayyi alaa irobbikumaa tukadzzibaan"
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Hmm, selanjutnya apa yah..melaksanakan amanah2 yang tertunda dulu deh..

Thursday, September 16, 2010

Perlengkapan Bencana (Gempa)

Posted by Ly at 9/16/2010 11:42:00 PM 4 Comments
pic. from here

Jepang adalah negara yang sering sekali mengalami gempa. Bahkan menurut sebuah data, dari seluruh gempa yang terjadi di dunia, sebanyak 20,5% gempa ber-magnitude 6 atau lebih terjadi di Jepang. Makanya, wacana tentang gempa sering sekali dibahas di acara-acara televisi di Jepang.

Gempa memang nggak bisa diramal dengan pasti, tapi mempersiapkan kalau2 terjadi bencana juga nggak salah kan?

Lalu, kira2 apa sih yang bisa kita siapkan sebelum gempa?
Berikut beberapa hal yang bisa kita persiapkan:
  1. Bahan makanan : makanan dan minuman untuk 3 hari (dipilih yang tahan lama, jadi bisa disimpan dari sekarang. Akan lebih bagus kalau membeli bahan makanan yang khusus untuk gempa, jadi bisa tahan untuk 2 atau 3 tahunan).
  2. Perlengkapan sehari2 : pakaian dalam, sabun, sikat gigi + odol, alat makan + plastik wrap, sumpit sobek, plastik sampah, tissue, handuk, dll
  3. Obat2an : obat2an untuk darurat (obat lambung, sakit kepala, penurun panas, masuk angin, dll)
  4. Perlengkapan khusus bencana: senter + radio portable (plus batrenya), peluit, lilin, korek api/lighter, pelindung kepala (helm), sarung tangan, sepatu olahraga, dll
  5. Lain-lain: barang berharga (buku tabungan, tanda pengenal, uang kertas dan koin*)
Ini sih yang saya dapat dari Papipu (sepertinya Papipu juga googling). Kalau buat kita, mungkin bisa ditambah Al Qur'an dan mukena ^_~

Kalau nyiapin yang seperti ini nih Papipu yah suka. Hmm, banyak juga yah ternyata. sambil dilengkapi dikit2 deh..

*) Pernah dikasih tahu Papipu, katanya di Jepang kalau ada bencana, telepon umum akan otomatis bisa digunakan untuk semua, tapi syaratnya harus dimasukkan koin dulu, berapapun jumlahnya..belum ngecek lagi kebenaran info ini sih..

Wednesday, September 8, 2010

Airmata Rasulullah SAW

Posted by Ly at 9/08/2010 12:10:00 AM 6 Comments
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam, 'Bolehkah saya masuk?' tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, 'Maafkanlah, ayahku sedang demam', kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, 'Siapakah itu wahai anakku?' 'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,' tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia..Dialah malaikatul maut,' kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

'Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?', tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. 'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. 'Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu, ' kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. 'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?', tanya Jibril lagi. 'Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?' 'Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik.
Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. 'Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.' Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.

'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?' Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. 'Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
'Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.' Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, ! Ali segera mendekatkan telinganya. 'Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku' 'peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.'

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

'Ummatii,ummatii, ummatiii?' - 'Umatku, umatku, umatku'
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Kini, mampukah kita mencintai sepertinya?
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

**************************

Jadi kangen Rosul...T_T

Monday, September 6, 2010

JLPT - The Result

Posted by Ly at 9/06/2010 03:38:00 PM 12 Comments
2 Bulan yang lalu saya ikut tes JLPT, seperti jadwal, bulan September ini hasilnya keluar. Dan seperti yang sudah saya perkirakan, saya nggak lulus level N1. Sejak lulus kuliah tahun 2007 lalu, saya nggak pernah belajar bahasa Jepang lagi. Untuk persiapan tes ini saja saya hanya belajar kurang dari sebulan, nekat yah? padahal level yang saya ikuti itu yang paling sulit. Makanya, kalau saya lulus tes ini, sepertinya saya hanya akan merasa kurang puas (hihihi, alesaaan). Dan benar, Allah memang Maha Mengabulkan, setelah ikut tes 2 bulan lalu, koq saya jadi pengen ikut lagi yah..suka suasana tesnya, mengingatkan pada masa2 kuliah. Dan Alhamdulilah Allah mengabulkannya ^^.

Papipu bilang, skor yang saya dapatkan sudah lumayan, mengingat saya nggak pernah belajar b.Jepang kecuali dari komik, TV, dan percakapan sehari2 (yang sangat minim jumlahnya) saja.. Hehehe, Papipu insist kalau itu bukan cuma untuk membesarkan hati saya saja *chuu*. Setelah baca hasil tes saya, Papipu langsung ngerencanain persiapan2 yang harus saya lakukan untuk ikut tes lagi bulan desember mendatang... Mudah2an bisa konsisten..>_<

Thursday, September 2, 2010

Ramadhan mau lewat~..v_v

Posted by Ly at 9/02/2010 05:45:00 AM 2 Comments
....hiks...

Ramadhan tahun ini kerasa beda dari ramadhan2 tahun sebelumnya. Nggak tega klo ngebandingin dengan ramadhan di negeri tercinta, tapi koq rasanya lebih seneng ajah, walaupun jatuhnya di musim panas. Padahal, musim panas tahun ini lebih panas dari tahun2 sebelumnya lho!. Kenapa beda yah?? kalau diteliti nih yah(hayyah, pake' diteliti segala..), kayaknya karena alhamdulilah saya udah nambah banyaaak saudara senegara, seiman. Saling menguatkan dalam menjalankan ibadah ramadhan. Jadi walaupun jauh dari Indonesia Raya, nggak ada es buah khas abang2 jalanan, nggak ada Surya, si penjual kue keliling, tapi kerasa nyaman..

Hiks, ramadhan bentar lagi lewat deh, perasaan baru kemarin nulis postingan "hari kedua" di bawah..v_v..Perasaan baru kemarin bilang "Cinta, nanti aku print yah target ramadhan kita, trus kutempel di dinding", tapi ternyata sampai sekarang belum diprint2 juga..ToT..Perasaan baru kemarin ngerencanain menu ramadhan, yang ternyata praktiknya nggak direncanain secara detail..

"Allahumma innaka 'afuwun tuhibbul 'afwa fa' fu 'anni"
(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai sifat pemaaf, maka maafkanlah segala dosa hamba) -H.R. Ahmad-
Semoga bisa bertemu lagi dengan ramadhan tahun depan, dan bisa merancangnya jadi ramadhan terbaik, dan tetap istiqomah menjaga semangat..!! amiin..!!

BTW...mulai bosen dengan template blog ini nih...(-,-)
 

Stasiun Kenangan Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez