Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Friday, May 18, 2012

9 Bulan

Posted by Ly at 5/18/2012 05:41:00 PM 2 Comments
9 Bulan.
Kalau ibu mengandung, mungkin sebentar lagi akan melahirkan.
Kalau bayi baru lahir, mungkin sedang belajar berdiri, lalu melangkah.
Kalau sejoli baru menikah dan berniat pacaran berdua saja dulu, tapi dikelilingi teman2 yang punya anak2 lucu, mungkin sekarang saatnya memutuskan ingin punya momongan.

Tapi ini blog yang ditelantarkan.. 
Kalau bisa lumutan, mungkin halaman blog ini sudah nggak terlihat, tertutup lumut tebal yang berbau lembab, segar. Saya suka bau lembab yang segar, bukan apek.
Yang punya blog sih alesannya sibuk. Padahal mah, mendidik anak masih kesibukan utamanya. Eh? Mendidik anak memang menyibukkan, yah? saya 100% setuju. Kalau cuma mengurus anak sih siapa saja bisa. Tapi mendidik anak bukan sekedar memandikan dan memberi makan si anak. Mengajari anak pakai baju sendiri, membacakan cerita sebelum tidur adalah sedikit contohnya.
Hihihi, nggak update blog saja panjang sekali alasannya..

Selain mendidik anak, sekarang saya sedang asik2nya les tahsin. Nanti kapan2 saya ceritakan tentang les yang sekarang bikin saya semangat ini, semoga nggak lupa :D.

Kesan tentang hidup di Indonesia? Alhamdulillah enak. Enak dikelilingi keluarga. Tapi selain itu belum ada yang menggantikan eratnya tali silaturahim saudara2 seiman di Jepang dulu. Saya kangen kegiatan dakwah kecil2an kami di Jepang. Bareng papipu mempersiapkan semalaman lagu yang besoknya akan diajarkan di camp musim panas, mengajak anak2 menyanyi, atau sekedar membaca IQRO bersama mereka. Kangen...

Oww..sekarang 15:33, saatnya memulai kesibukan sore bareng kakak beradik yang super aktif itu..

Oh ya, apa kabarnya bahasa Jepang saya? ToT

Friday, September 16, 2011

Minggu-minggu awal di Indonesia

Posted by Ly at 9/16/2011 11:21:00 AM 6 Comments
Kehidupan saya di Indonesia selama 3 minggu ini bisa dibilang menyenangkan. Gimana tidak, selama 3 minggu ini kami masih tinggal dengan orang tua. Mulai minggu depan kami akan tinggal di rumah kontrakan. Mulai minggu depan juga saya akan tinggal dengan 2 anak untuk pertama kalinya. Kata orang sih agak berat, apalagi saya tidak pakai asisten. Tapi bukan berarti sama sekali nggak bisa, kan? Banyak teman saya yang melakukannya di Jepang sana, membesarkan 2 (atau lebih) anak sendiri tanpa asisten, dan mereka bisa menanganinya.

Btw, rumah kontrakan kami cuma beda beberapa gang dengan rumah orangtua saya...ihihihi =P

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Saturday, July 2, 2011

決まったんだ

Posted by Ly at 7/02/2011 01:57:00 PM 6 Comments
Insha Allah 今年の8月に。。
インドネシアにback for good。。

*bahasa campur2 yang aneh..=P*

Thursday, October 1, 2009

Rindu Ramai, Rindu Negeri?

Posted by Ly at 10/01/2009 01:02:00 AM 2 Comments
Yappari negara sendiri emang saikou..
Awalnya agak rindu ketertiban, kebersihan, dan keramahan (kadang2) Jepang. Tapi lama2 kerasa betah. Makanya pas balik ke sini rasanya sepi. Kangen sama keramaian keluarga disana.
Jadi pengen cepet pulang for good ke Indonesia tercina..
Tapi dimanapun Big Panda dan Little Prince berada, insya Allah disitulah `home` bwt gw..
Yoooshh..!! berhemaaat..siapa tahu besok pulangnya..eheheee

Wednesday, September 16, 2009

Jakarta panas !

Posted by Ly at 9/16/2009 05:39:00 PM 0 Comments
Dari awal dateng sampai sekarang panas terus..! eh pernah ding ujan..pas hari pertama gw nyampe di Soekarno-Hatta. Di bandaranya sih gelap2 ajah (waktu itu emang malem soalnya). Tapi trus di depok ujan deh. Kata mama "alhamdulilah ujan..airnya udah kering soalnya" dan gw tahu maksudnya mama..ternyata Jakarta tuh kalau nggak ujan bakalan panas kayak sekarang. Sekarang kalau nggak ada kipas angin pasti udah tidur bareng keringet. Padahal perasaan dulu nggak sepanas ini deh. Manusiaaa..manusiaa..


Sekarang jadi nggak yakin deh kalau ditanya orang "panasan Jepang atau Jakarta?". Dulu gw jawab, "panasan Jepang", soalnya Jepang tuh panasnya lembab. Tapi sekarang...sama aja kayaknya,,

Ya Allah...curahkanlah air hujanMu di bumi Si Komo tercinta ini...tapi jangan sampai banjir ya Allah..*manusiabanyakmaunya*

Tuesday, September 15, 2009

I do love my country

Posted by Ly at 9/15/2009 02:06:00 AM 2 Comments
Saya termasuk orang yang mencintai negara saya, Indonesia. Walaupun orang2 bilang jelek tentang Indonesia, tapi saya tetap cinta negara saya. Karena disanalah saya tumbuh, disanalah saya tinggal sampai saya menikah, dan disanalah orang2 tersayang dan tercinta tinggal.

Waktu tahu akan liburan di Indonesia lebaran ini, saya excited sekali. Membayangkan hal2 yang bisa saya lakukan di tanah air, reuni2, wisata kuliner, belanja2.

Kegembiraan saya tidak hilang meskipun tidak sedikit hal2 yang mengecewakan dalam liburan saya disini. Mulai dari ketika di bandara. Saya nggak ngerti kenapa kalau kita bawa barang yang melewati nilai harga tertentu, kita harus bayar cukainya. Kalau dengan jumlah banyak masih ngerti lah, takutnya itu barang dagangan, dan pajaknya emang beda lagi. Tapi kalau barang pribadi yang tergolong mahal musti dipajakin, kenapa harus gitu yah? Ini beneran nggak ngerti lho, bukan sindiran, jadi kalau ada yang bisa menjelaskan, akan sangat membantu. Yah, mungkin saya bisa mikir gini juga karena saya adalah korbannya. Kalau saya punya kenalan atau bahkan saya sendiri orang cukai, mungkin nggak akan mikir gini.

Tadi siang, waktu lagi nunggu mama yang antri bayar belanjaan di Naga, saya lihat ibu2 yang lagi duduk di tangga (memunggungi tempat saya berdiri) meludah di sebelahnya. OMG, itu kan kotor..kalau anaknya (bener anaknya bukan yah, mbak2 yang duduk di depannya sebelah kiri tadi..?) kepegang gimana..??

Nggak sedikit hal2 yang bikin saya gemes selama beberapa hari saya di sini. Kayaknya sih bukan karena culture shock, tapi karena emang sayanya aja yang galak,,hehehehe,,inget, puasa Lly..

Tapi sore demo, "Boku Ha Yatte Imasen" saya tetap cinta Indonesia. Mudah2an Indonesia dicintai warga2nya yang lain juga, jadi para warga mau berusaha menjaga Indonesia mulai dari disiplin diri...

gambar dari sini

Thursday, July 2, 2009

Tunjukkan kepedulianmu, wahai anak bangsa

Posted by Ly at 7/02/2009 09:40:00 AM 0 Comments
Sedih gw bacanya..
Pukulan buat kita2 juga nih..
Kapan yah bisa berbuat sesuatu...T_T...

*********************

PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA
Salemba, Warta Kota


PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang warganya harus menggendong mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah. Penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta - Bogor pun geger Minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn). Supriono akan memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa KRL.

Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa Supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.

Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa untuk berobat ke Puskesmas Kecamatan Setiabudi. “Saya hanya sekali bawa Khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya Rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya Rp 10.000,- per hari,” ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel KA di Cikini itu. Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit Khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, Muriski Saleh (6 thn), untuk memulung kardus di Manggarai hingga Salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.

Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya Khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan Muriski termangu. Uang di saku tinggal Rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak Musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari Manggarai hingga ke Stasiun Tebet, Supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di Kramat, Bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.

Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di Stasiun Tebet. Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau Khaerunisa sudah menghadap Sang Khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun.

Ketika KRL jurusan Bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri Supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang KRL yang mendengar penjelasan Supriono langsung berkerumun dan Supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar Supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam.

Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan. Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat Khaerunisa yang terbujur kaku.

Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya.

Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor. Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan.

Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama. “Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah Khaerunisa. Jangan bilang keluarga Supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.

Koordinator Urban Poor Consortium, Wardah Hafidz, mengatakan peristiwa itu seharusnya tidak terjadi jika pemerintah memberikan pelayanan kesehatan bagi orang yang tidak mampu. Yang terjadi selama ini, pemerintah hanya memerangi kemiskinan, tidak mengurusi orang miskin kata Wardah.

Friday, April 10, 2009

Lagu Pemilihan Umum

Posted by Ly at 4/10/2009 10:27:00 PM 2 Comments
Tanggal 9 kemarin Indonesia melaksanakan pesta raya pemilihan umum..
Buat yang di Jepang, yang milih di TPS gimana kemarin? ramai yah disana?
Buat yang milih via pos, jangan lupa kirim surat suaranya terakhir tanggal 13 April yah..(atau sebelum tanggal 13 April??..saya lupa..)

Ngobrol2 tentang pemilu, ada yang inget lagu ini nggak?
Kalau nggak salah populernya waktu saya masih SMP (atau SD? atau malah SMA?)..itu berarti sekitar tahun 1996-1999an (wah, saya udah nggak muda lagi nih)..
Udah 10 tahun tapi lagu ini masih berbekas di ingatan (berartu komisi pemilu saat itu sukses dong)..
Ayo nyanyii...eheheee (tapi saya lupa bagian yang ada titik2nya..)


Pemilihan umum telah menanti kita
S'luruh rakyat menyambut gembira
Hak demokrasi pancasila
Nikmat Indonesia merdeka

Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya
.............................................................(Mengemban amanat yang setia???)
Dibawah undang-undang dasar 45
Kita menuju ke pemilihan umum
 

Stasiun Kenangan Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez