Malam itu, 6 Mei 2010 aku tidur lebih malam dari biasanya. Sebelum tidur kusempatkan membuat roti agar keesokan paginya kita bisa makan roti tawar hangat. Setelah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan, aku berniat membuka Home Bakery (HB) dan memasukkan bahan-bahan itu ke dalamnya. Ya, sejak punya HB aku hampir selalu menyempatkan membuat roti sebelum tidur. Hanya dengan memasukkan semua bahan roti, lalu tekan tombol "start", maka sekitar 5 jam kemudian roti tawar yang hangat siap disantap. Kamu penggemar roti, sedangkan roti-roti yang dijual di pasaran belum tentu halal, jadi kau membelikanku mesin praktis ini.
Ketika kubuka mesin HBku, di dalamnya kutemukan amplop polkadot kecil berukuran sekitar 7cm x 7cm. Senyumku langsung mengembang. Oo, pantas sejak tadi kamu berkata, "besok saja sayang bikin rotinya", pikirku.
Ingatanku langsung terbang ke beberapa hari yang lalu. Saat itu beberapa kali kau bertanya, "kamu lagi pengen apa, Cinta?". Aku selalu menjawab "nggak ada koq, sayang", sambil terus menginterogasimu, "emang kenapa? kamu mau ngasih kejutan yaa?", tapi kamu tak pernah mengaku. Ternyata ini kejutan yang telah kau persiapkan.
"Maaf yah Cinta, nggak ngasih apa-apa, habis bingung", sahutmu dari ruang sebelah. Apalagi yang kuharapkan? ini saja sudah sangat mengejutkanku.
Sambil terus mengingat-ingat perayaan apa yang kira-kira telah kulupakan, kuambil amplop mungil itu, dan kukeluarkan isinya. Sebuah kartu kecil bergambar kodok yang didadanya ada tulisan "Love". Kubuka kartu itu. 7 Mei 2010: 1000 hari pernikahan kita. Sebuah perayaan yang sama sekali tak pernah kubayangkan. Lagi-lagi kau mengejutkanku.
Dear love, meskipun kau bilang penyebabmu ingat 1000 hari ini tidak romantis, kejutan kecilmu ini, dan kejutan-kejutanmu lainnya, selalu membuatku merasa berharga dan dicintai.
I love you
