"M, ini foto apa?.."
"Oh, itu tumpukan sampah yang saya lihat di jalan, waktu tur ke SD, di Bandung"
"Oooo"
Awalnya bingung, tapi nggak lama ngerti juga, "tumpukan sampah" itu adalah ungkapan keheranannya. Mungkin, di Jepang hal kaya gitu nggak ada. Dan sebagai mahasiswa sastra Jepang, saat itu gw ngerti, betapa disiplinnya orang Jepang, betapa tingginya kesadaran diri mereka. Peraturan yang ada mereka patuhin tanpa protes. Pantes aja semuanya jadi teratur.
Tapi, hampir setahun gw exchange di sini, banyak
kenyataan yang gw tau tentang Jepang. Salah satunya...

(diambil di jalanan pulang dari nonton Hanabi)
Jepang emang teratur, dan masyarakatnya juga disiplin. Tapi, klo kita bilang
"wah, Indonesia beda banget yah sama Jepang, kesadaran masyarakatnya rendah, pantesan aja sampah jadi pemandangan umum. Kalo Jepang, kan masyarakatnya disiplin, jadinya bersih, ngga ada sampah di jalanan", itu berarti, bisa dibilang pikiran kita masih sempit. Maksudnya, nggak adil kalo kita cuman jelek2in negara kita sendiri (seperti yang sering gw lakuin..T_T), dan ngebandinginya sama negara lain, tanpa berusaha menjadi warga negara yang baik (salah satunya, buang sampah di tempatnya....inget itu uLLy...!!!)
Kalau mau dipikir secara objektif, manusia dimanapun sama aja, ada yang patuh dan peduli sama peraturan dan lingkungan, ada juga yang cuek dan masa bodo.
Salut buat anggota
Greenpeace yang peduli sama lingkungan, di dunia.
Gw punya temen anggota Greenpeace,
Paul namanya. Salah 1 asesoris jalan2nya itu
capitan sampah, ngga lupa juga dia bawa
kantong plastik. Buat apa?
mungutin sampah2 di jalanan. Dia orang Inggris, tapi peduli sama "kesehatan lingkungan" negara yang bukan negaranya. Emang sih dia dapet duit dari Jepang buat ngajar di Universitas, tapi kepeduliannya sama lingkungan ini bikin gw kagum sama dia. Kapan yah gw bisa kaya dia. Tapi boro2 peduli lingkungan dunia, sampah sendiri aja kadang2 suka ditelantarin..
Jadi, tanpa bermaksud menjelekkan atau merendahkan pihak manapun, daripada kita kecewa aja dan berkata ngga baik tentang negeri sendiri, gimana kalo kita mulai introspeksi? (ini juga berlaku pada penulis...!!!)
Sudahkah hari ini kita ngurangin sampah kita?
Sudahkah hari ini kita buang sampah pada tempatnya?
Apa benar kita mau Indonesia kita berubah ke arah kebaikan?
Apa benar, indah yang kita mau untuk Indonesia, kalau belum kita mulai dari kita sendiri?Yuk, jadi bagian dari perubahan itu
Perubahan ke arah kebaikan tentunya
Perubahan yang bisa bikin kita dengan bangga bilang,
"Perkenalkan, nama saya uLLy, dari Indonesia
lho..."