Tuesday, July 14, 2009

Gak penting

Posted by Ly at 7/14/2009 11:45:00 AM 1 Comments
Saking lamanya gak ngecek himitsunakoto yang ini dan himitsunakoto yang lain, 2 link himitsu ini turun dari jajaran link teratas dari firefox gw. Biasanya dengan ngetik "h", udah muncul deh 2 link himitsunakoto dari 2 blog gw, saling rebutan jadi yang teratas. Gara2 barusan blogwalking, baca2 blog orang di blogspot juga, jadi pengen ngisi blogspot deh..

Wew, cuaca diluar makin panas aja. Alhasil gw jadi musti nyalain AC, ada anak winter sih disini (hehehe, nyalahin Bilal). Harusnya gw musti ke 100en shop nih siang ini, ada tugas belanja dari si Ganteng, tapi apa daya, Little Princenya baru mulai tidur...Nanti deh kalau dia bangun.

Owkeyh, secara si kecil dah tidur, jadi gw musti mandi..(belum????)..hehe, maklum dong, kasian kalau Little Princenya ditinggal *alesan*..

Btw, males masak niiiiiihhh..>o<

Thursday, July 2, 2009

Tunjukkan kepedulianmu, wahai anak bangsa

Posted by Ly at 7/02/2009 09:40:00 AM 0 Comments
Sedih gw bacanya..
Pukulan buat kita2 juga nih..
Kapan yah bisa berbuat sesuatu...T_T...

*********************

PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA
Salemba, Warta Kota


PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang warganya harus menggendong mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah. Penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta - Bogor pun geger Minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn). Supriono akan memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa KRL.

Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa Supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.

Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa untuk berobat ke Puskesmas Kecamatan Setiabudi. “Saya hanya sekali bawa Khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya Rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya Rp 10.000,- per hari,” ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel KA di Cikini itu. Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit Khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, Muriski Saleh (6 thn), untuk memulung kardus di Manggarai hingga Salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.

Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya Khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan Muriski termangu. Uang di saku tinggal Rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak Musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari Manggarai hingga ke Stasiun Tebet, Supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di Kramat, Bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.

Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di Stasiun Tebet. Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau Khaerunisa sudah menghadap Sang Khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun.

Ketika KRL jurusan Bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri Supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang KRL yang mendengar penjelasan Supriono langsung berkerumun dan Supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar Supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam.

Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan. Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat Khaerunisa yang terbujur kaku.

Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya.

Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor. Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan.

Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama. “Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah Khaerunisa. Jangan bilang keluarga Supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia,” ujarnya.

Koordinator Urban Poor Consortium, Wardah Hafidz, mengatakan peristiwa itu seharusnya tidak terjadi jika pemerintah memberikan pelayanan kesehatan bagi orang yang tidak mampu. Yang terjadi selama ini, pemerintah hanya memerangi kemiskinan, tidak mengurusi orang miskin kata Wardah.

Tuesday, June 30, 2009

Klarifikasi

Posted by Ly at 6/30/2009 10:22:00 AM 0 Comments
Conference pers nih ceritanya..

Pernyataan
Gak ada apa2 koq dengan acara ngumpul2 waktu itu..
Buat Bebek Menggol dan YangPunyaAcara, maaf yah udah bikin salah paham..
Tentang postingan yang agak sensitif sebelumnya, itu tentang hal lain koq..

Btw, sok ngartis banget yah gw =P

Monday, June 22, 2009

Berdialog dengan sang Hujan

Posted by Ly at 6/22/2009 05:06:00 PM 0 Comments
Dear hujan,
Seperti engkau mencuci bersih debu-debu di atas aspal yang hitam legam,
Cucilah bersih kotoran dari hati ini..
Putihkanlah kembali pikiran ini dari prasangka-prasangka buruk..
Alirkanlah ke lautan, sehingga terbawa jauh oleh ombak..

Dan sang hujan pun membalas..

Wahai manusia,
Hanya Allah-lah tempatmu mengadu,
Bukan aku, bukan benda-benda lain ciptaanNya..
Sholatlah dan mengadulah padaNya..
Insya Allah Dia akan membantumu,
Mengabulkan doa dan permintaanmu..
Seperti janjiNya,
Dan Apabila Hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (Al Baqarah: 186)
Maka Allah pasti menepati janjiNya

(Cross posted from Ketika kata bercerita)

Sunday, June 21, 2009

Satu langkah ke depan

Posted by Ly at 6/21/2009 08:54:00 PM 6 Comments
Akhir2 ini dateng ke beberapa acara ketemuan. Dan entah kenapa pemikiran dan pandanganku berubah. Mana yang nyaman, mana yang kurang nyaman. Mana yang lebih kusukai, mana yang kurang begitu kusukai. Mana yang kurasa lebih bermanfaat, mana yang kurasa kurang bermanfaat. Apakah ini tandanya aku semakin dewasa? Atau hanya sekedar perubahan status yang akhir2 ini baru terjadi?

Yang jelas aku sekarang tahu mana yang (setidaknya) akan bermanfaat atau malah merugikan kalau didatangi. Mungkin dulu aku naif, berusaha mempertahankan diri pada sesuatu yang semu, memandang dengan sempit dan menyangkal hal yang sesungguhnya. Akhirnya aku kena batunya.

Insya Allah mudah2an selanjutnya jadi lebih baik, lebih bisa memilih-milih dan berani mengambil keputusan. Kita kan cuma hidup sebentar di dunia. Sudah seharusnya kehidupan yang sebentar ini diisi dengan kegiatan mengumpulkan amal kebaikan, sebagai tabungan untuk kehidupan kekal nanti.

Wednesday, June 10, 2009

Selamet Nikah Sayaaaaaaaangggg

Posted by Ly at 6/10/2009 12:24:00 AM 2 Comments
Baarokallahulaka wabaaroka 'alayka wajama'a baynakumaa fii khoirin
Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi atasmu serta mengumpulkan kamu berdua dalam kebaikan“.

Tanggal 11 Juli seorang sahabat akan menikah..^o^
Seneng tapi sedih nggak bisa dateng..
Semoga bisa membangun keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah..
Semoga dianugerahi keturunan yang sholeh/sholehah..
Semoga, walaupun kita masing2 telah memiliki keluarga, persahabatan kita nggak berubah, malah semakin akrab..
Amiiin..

Love you Pit
 

Stasiun Kenangan Copyright © 2009 Baby Shop is Designed by Ipietoon Sponsored by Emocutez